footer logo

Tabayyun



tabayyun terhadap broadcast
Khotbah I

الْحَمْدُ للهِ القَوِيِّ الْمَتِينِ ، سُبْحَانَهُ تَعَالَى الَّذِى خَلَقَ الإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ، وَ هَدَاهُ لِلْمَنْهَجِ القَوِيمِ ، وَ سَنَّ شَرَائِعَ فِيهَا القُوَّةُ وَالتَّمكِينُ ، بِحِكْمَتِهِ نُؤْمِنُ ، وَبِقُدْرَتِهِ نُوقِنُ ، عَلَيْهِ نَتَوَكَّلُ وَ إِيَّاهُ نَستَعِينُ ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الْحَمْدِ وَ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيَّدَنَا وَ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ ، لَمْ يَزَلْ مُتَوَكِّلاً عَلَى رَبِّهِ ، وَاثِقًا بِوَعدِهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّم ، وَعَلَى كُلِّ مَنْ اقْتَدَى بِسُنَّتِهِ إِلَى يَومِ الدِّينِ .
اَمَّا بَعْدُ : فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَ طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ قُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا 
. 

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepada-Nya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhoi, di dunia dan di akherat. Amin ya rabbal 'alamin.

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah


Beberapa tahun terakhir ini, media massa memberitakan adanya kejadian-kejadian yang mengguncang keutuhan dan keamanan masyarakat negara Indonesia. Berbagai kalangan pun memberikan tanggapan atas perkembangan situasi yang terjadi. Pemberian tanggapan pun berbeda-beda seiring perbedaan sumber dan pola pikir yang menyampaikan. Perbedaan ini memunculkan simpulan dan solusi yang juga berbeda-beda. Dari perbedaan ini, pemahaman yang diterima oleh pendengar atau masyarakat pun menjadi berbeda-beda. Dan perbedaan penerimaan ini melahirkan aksi atau sikap yang berbeda-beda pula atas satu informasi yang sama. 


Terkhusus pada aspek keagamaan, perbedaan penyikapan dari informasi yang diterima juga melahirkan aneka ragam sikap dan aksi. Meskipun sama sumbernya, yakni Al-Qur’an dan al-Hadits, akan tetapi tetap memunculkan perbedaan  sikap yang beragam. Dari sikap toleran sampai dengan sikap yang keras tanpa toleransi. Tidak jarang hal ini memunculkan konflik yang merugikan berbagai pihak. Dan tentu saja konflik ini mengganggu stabilitas keamanan dan kerukunan di dalam lingkungan masyarakat. 


Tradisi tabayyun merupakan tradisi ajaran Islam yang dapat menjadi solusi dari zaman ke zaman. Terutama bagi informasi-informasi yang berpotensi memunculkan konflik dalam masyarakat. Metode tabayyun merupakan proses klarifikasi sekaligus analisis atas informasi dan situasi serta problem yang dialami umat. Harapannya akan didapatkan hasil kesimpulan yang lebih bijak, arif dan lebih tepat sesuai keadaan masyarakat sekitarnya. 

Allah SWT memberikan pelajaran bagi kita semua dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujurat: 6)

Pada ayat lain Allah SWT berfirman :

وَ لاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ , إِنَّ السَّمْعَ وَ الْبَصَرَ وَ الْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS al-Isrâ’ [17]: 36).

  Kedua ayat di atas  mengandung makna yang selaras dan saling melengkapi. Ayat pertama menyebutkan keharusan bertabayyun terhadap adanya suatu berita atau informasi ataupun datangnya suatu pemahaman dan cara berpikir keberagamaan yang baru. Sedangkan pada ayat ke dua disiratkan tidak diperkenankannya mengikuti sesuatu yang belum diketahui secara jelas karena semua tindakan kita dimintakan pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah

Di era internet seperti sekarang ini berbagai berita, entah itu baik atau buruk, entah itu fitnah atau fakta, begitu cepat tersebar melalui berbagai aplikasi seperti Facebook, Youtube, WhatsApp, BBM, atau aplikasi media social lainnya. Pun demikian dengan berita-berita provokatif dari media abal-abal yang hanya membikin gaduh masyarakat kita dengan tujuan untuk meraup dollar dari iklan yang ada di website mereka.

Jamaah sekalian tentu masih ingat peristiwa pembakaran 6 buah vihara beberapa waktu yang lalu. Kejadian yang mengoyak kerukunan antar umat beragama dan mengancam persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia ini digerakkan oleh orang-orang bebal anti toleransi menggunakan pesan berantai (broadcast) melalui media social seperti yang tersebut di atas.

Sesungguhnya setiap kerusuhan yang di negeri ini terjadi karena masyarakat begitu mudah terbakar oleh berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Hal ini tentunya dapat dihindari jika masyarakat mau melaksanakan perintah Allah dalam Surat Al-Hujurat ayat 6, yakni melakukan cek dan ricek atau tabayyun atas setiap berita agar kita tidak salah dalam memberikan reaksi.

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah

Salah satu penyebab maraknya intoleransi dalam masyarakat kita adalah munculnya gerakan Islam ekstrem yang memahami dalil-dalil agama secara tekstual dan kemudian memaksakannya kepada orang lain. Padahal memaknai sebuah redaksi ayat Al-Qur’an dan teks al-Hadits merupakan hal yang sama sekali tidak sepele. Makna yang dikehendaki Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak hanya dapat dilihat dan dipahami dengan satu buah atau dua buah teks saja. Satu ayat atau hadits selalu terhubung dengan ayat dan hadits yang lain.  Diperlukan bekal banyak ilmu seperti ilmu nahwu dan sharaf, isytiqaqil alfadh, balaghah, ilmu nasikh dan mansukh, ilmu qiro’aat, ilmu qashashil qur’an, tafasirish shahabah, ilmu asbab nuzulil ayat dan asbab wurudil hadits, ilmu musthalahil hadits, rijalul hadits, darajatul hadits, muqaranatu mutunil hadits, ilmu fiqih, dan masih banyak ilmu lainnya. Dan syarat penguasaan kesemua ilmu di atas telah disepakati keharusannya oleh mayoritas ulama dan ahli hadits untuk dapat merumuskan makna dan maksud suatu teks ayat atau teks hadits yang sedekat-dekatnya dengan maksud Allah SWT..

Dan seseorang yang memaksakan makna dan maksud suatu teks ayat atau hadits tanpa mencukupi syarat keilmuannya justru akan terjerumus dan termasuk dalam golongan orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah SAW, sebab ia menyampaikan makna teks yang tidak sesuai dengan maksud Rasulullah sendiri. Na’udzu billah min dzalik. Jika demikian, maka orang tersebut terancam dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi :

مَنْ كَذَّبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ - الحديث 

"Barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka silahkan ia pilih tempat kembalinya di dalam neraka “.

Menafsirkan ayat atau memaknai hadits tanpa bekal ilmu-ilmu yang diperlukan dapat dikatakan sebagai penafsiran dan pemaknaan ayat secara paksa. Metode paksa inilah yang melahirkan kesimpulan-kesimpulan pernyataan yang tidak bijak. Penafsiran dan pemaknaan ini melahirkan pemahaman-pemahaman yang tidak toleran di tengah-tengah masyarakat, bahkan cenderung ekstrem dan keras. Suatu pemahaman –bahkan tidak jarang telah menjadi suatu keyakinan—yang justru malah menghilangkan misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamiin yang diusung Baginda Nabi Besar Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Satu misi yang memiliki rasa toleransi kuat terhadap keberagaman umat dan perbedaan tradisinya.

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah
Pemahaman dan keyakinan yang ekstrem ini telah banyak dirasakan akibat buruknya, baik oleh masyarakat setempat ataupun bahkan bagi kelompok yang mendakwahkannya. Masyarakat menjadi resah sebab tradisi yang selama ini menyatukan keberagaman mereka, justru dikecam. Masyarakat menjadi resah sebab kearifan lokal yang selama ini menjadi sarana apik syiar Islam, justru dihilangkan. Sedangkan efek negatif bagi yang mendakwahkan pemahaman ekstrem inipun, disadari atau tidak, menjadi terisolir dari lingkungan di mana ia tinggal. Akibat lain dari munculnya pemahaman agama ekstrem ini adalah pengutamaan ritual syari’at lahiriyah akan tetapi mengesampingkan hubungan yang baik antara sesama saudara muslim. Hubungan silaturrahmi dan jalinan persaudaraan menjadi renggang, meski ibadah syari’at tampak begitu rajin dilakukan. Efek terparah dari gerakan Islam ekstrim adalah munculnya kelompok-kelompok terror yang meresahkan masyarakat untuk mewujudkan cita-cita mereka. Apakah benar seperti itu suasana masyarakat islami yang diharapkan Rasulullah SAW?

Misi rahmatan lil ‘alamin diharapkan menjadi jiwa bagi setiap kearifan dan tradisi lokal yang telah ada. Tradisi masyarakat apapun dan dari manapun jika terjiwai nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam tentu akan menghasilkan keadaan masyarakat yang damai dan selamat dari perpecahan. Tradisi lokal yang tidak mutlak dihilangkan menjadikan masyarakat setempat merasa dihormati eksistensinya. Dan dengan dibalut jiwa nilai islami, maka tradisi tersebut terangkat derajatnya menjadi lebih mulia.

Kaum Muslimin sidang Jum’at hadaakumullah

Pemikiran dan pemahaman beragama yang keras, telah merebak dan menyusup ke dalam sendi-sendi masyarakat bangsa ini. Baik di lingkungan kemasyarakatan, di lingkungan lembaga pendidikan kampus ataupun sekolah, TPA-TPA dan bahkan menyusup ke dalam masjid-masjid yang dibangun dan dibesarkan dengan pondasi tradisi lokal berjiwa Islam. Gerakan Islam ekstrim juga gencar mendirikan lembaga pendidikan dan pesantren sebagai wadah pengkaderan. Untuk itu kita harus ekstra hati-hati dan jeli memilih tempat menuntut ilmu bagi anak-anak kita.
Mengakhiri khotbah Jum’at ini, marilah kita tingkatkan kewaspadaan kita, di mana pun kita berada, dan di mana pun kita berperan serta beraktifitas. Semoga Allah SWT menghindarkan terputusnya ukhuwwah islamiyyah dari hati kita. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing upaya tabayyun kita sehingga umat Islam secara keseluruhan, dengan berbagai corak dan golongannya, mendapat ridhoNya dan selamat di dunia sampai akherat. Dan kiranya Allah SWT menerima semua amal dan ibadah kita. Amin.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khotbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. و الحمد لله رب العالمين . اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ . رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِمَا فِيْهِ صَلاَحُ اْلإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لاَ يَخَافُكَ فِيْنَا وَلاَ يَرْحَمُنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْن وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن


*Disadur dan diedit seperlunya dari nu.or.id
SHARE

SholDo

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar